Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

11 Desember 2019   28 kali  
PEMBENTUKAN PENYULUH ANTI RADIKALISME
PEMBENTUKAN PENYULUH ANTI RADIKALISME

Surabaya, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim membentuk Tim Penyuluh Terpadu Anti Radikalisme.

Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Djamaludin mengatakan, Pembentukan Tim Penyuluh Terpadu Anti Radikalisme ini berjumlah 220 orang. Pembentukan tim ini bertujuan untuk meminimalisir potensi aksi radikalisme dan terorisme di Jatim.

“Mereka terdiri dari Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polda Jatim dan jajaran serta organisasi masyarakat (ormas) dan juga organisasi non pemerintah yang lain. Bahkan, sejumlah dosen perguruan tinggi juga dilibatkan dalam tim ini,” ujar Brigjen Pol Djamaludin.

Menurut Wakapolda, persoalan radikalisme dan terorisme, diakibatkan pemahanan agama yang masih rendah. Makanya, dengan adanya pelatihan pada Tim Penyuluh Terpadu Anti Radikalisme, diharapkan akan mampu menyampaikan secara luas di masyarakat akan bahaya radikalisme.

“Tim Penyuluh Terpadu Anti Radikalisme ini baru pertama kali di Indonesia. Tahun depan, kami juga akan menggelar pelatihan serupa. Tim ini nantinya juga diharapkan mampu menangkal ajaran radikalisme dan terorisme di masyarakat.” tutur rigjen Pol Djamaludin.

Direktur Binmas Polda Jatim, Kombes Pol Iwan Setiawan menambahkan, kegiatan pelatihan ini digelar hingga tiga hari mendatang. Para peserta rencanaya akan dididik dan diberi pembekalan terkait materi radikalisme. Sejumlah narasumber penting juga akan hadir. Diantaranya mantan narapidana teroris.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim Bapak Drs., Ec., Jonathan Judyanto M.MT mengatakan, pelatihan pada Tim Penyuluh Terpadu Anti Radikalisme diharapkan mampu melengkapi pemahaman anggota akan  bahaya radikalisme dan terorisme. Salah satu materi yang akan disampaikan adalah soal cara deteksi ini pada kelompok atau orang yang berpotensi melakukan aksi terorisme.

Pembentukkan penyuluh anti radikalisme dan terorisme ini diharapkan mampu mengatisipasi kejadian - kejadian radikalisme dan terorisme seperti yang terjadi di surabaya, seperti bom bunuh diri di sejumlah gereja, ledakan bom di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Wonocolo, dan terakhir bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya. mari jaga Jawa Timur agar aman dan damai untuk Indonesia yang luar biasa