Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

14 September 2022   18 kali  
Rapat koordinasi pencegahan dan penanganan konflik sosial
Rapat koordinasi pencegahan dan penanganan konflik sosial

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Lumajang mengikuti Rapat koordinasi pencegahan dan penanganan konflik sosial melalui Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial yang dilaksanakan oleh Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur bertempat di Hotel Aria Centra Jl. Taman AIS No. 37, Embong Kaliasin, Surabaya, ().

Dalam sambutannya pada pembukaan rakor, Kabakesbangpol Prov Jatim R. Heru Wahono Santoso, S.Sos., MM., menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki wilayah yang luas serta cukup padat penduduk. Berbagai potensi sumber daya alam tumbuh subur di Jawa Timur, sehingga apabila tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan potensi konflik sosial yang cukup kompleks sehingga diperlukan upaya-upaya yang komprehensif dari hulu ke hilir untuk mengelola potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Jawa Timur tersebut. Berdasarkan peta sosial budaya Jawa Timur terbagi ke dalam 4 wilayah yaitu wilayah Mataraman diduduki 45% dari seluruh penduduk di Jawa Timur, wilayah Madura diduduki 30% dari seluruh penduduk di Jawa Timur, wilayah Arek diduduki 20% dari seluruh penduduk di Jawa Timur dan wilayah Osing dan Tengger diduduki 5% dari seluruh penduduk di Jawa Timur. sehingga membuat Jawa Timur juga kaya akan suku, agama dan ras yang perlu dijaga harmonisasinya agar tidak menimbulkan potensi konflik.

Heru menambahkan, diperlukan upaya sinergitas dan kolaborasi seluruh lembaga/Instansi/OPD terkait dalam memelihara kondusifitas di daerah. Masyarakat memiliki peran penting untuk menjadi mata, telinga serta pemberi rekomendasi dalam mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan konflik sosial di tengah masyarakat dengan membentuk beberapa forum masyarakat antara lain Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).

FKDM memiliki fungsi dalam memberikan rekomendasi kepada Pimpinan Daerah terkait segala potensi yang ada di daerah serta arah kebijakan yang perlu dilakukan dalam menyikapi adanya potensi konflik tersebut. sedangkan FKUB dan FPK memiliki peran penting dalam memelihara kerukunan antar umat beragama dan antar suku budaya.

Dihari pertama paparan materi “Sinergitas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial di Jawa Timur” oleh Kepala Bakesbangpol Prov. Jatim. Dan pemateri kedua oleh Hartono, S.Pd., MM. Kasubdit Politik DitIntelkam Polda Jatim dengan materi Pemetaan Kerawananan Konflik Pelaksanaan Pilpres, Pileg dan Pemilu di Jawa Timur. Serta dilanjutkan dengan Pemateri ketiga oleh La Ode Letkol. Inf. M. Nurdi, S.Sos. M.I.Pol. dari Wakil Asisten Teritorial Kasdam V/Brawijaya yang dimoderatori oleh Wahyu Kuncoro, S.T., M.Medkom.

Kegiatan berlangsung selama 2 hari mulai Rabu sampai Kamis, tanggal 14-15 September 2022 dan dihadiri oleh peserta dari Bakesbangpol Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, serta OPD Anggota Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Jawa Timur.

Banyak Dibaca